Sejarah Diturunkannya Ayat Kursi

Sejarah Diturunkannya Ayat Kursi

Ayat Kursi merupakan salah satu ayat yang berada dalam Kitab Suci Al-Qur’an, tepatnya di dalam Surat Al-Baqarah ayat ke – 255. Banyak hadits – hadits yang menjelaskan bahwa ayat ini memiliki banyak sekali keutamaan dan manfaat, salah satunya adalah melindungi dari gangguan syaitan.

Sejarah Turunnya Ayat Kursi

Ayat Kursi diturunkan oleh Allah SWT pada suatu malam kepada Nabi Muhammad SAW setelah hijrah dari kota Makkah ke kota Madinah. Ayat ini diturunkan melalui malaikat Jibril dengan diiringi oleh 70.000 malaikat lainnya. Seluruh alam semesta beserta langit dan bumi menyambut dengan penuh kehormatan atas turunnya ayat kursi tersebut.

Diriwayatkan pada saat ayat kursi diturunkan melalui malaikat Jibril yang diiringi oleh 70.000 malaikat, seluruh muka bumi bergetar dan terjadi gempa disertai dengan gemuruh yang luar biasa. Bahkan mahkota para raja di seluruh dunia pun terlepas dari kepalanya dan terjatuh ke tanah.

Pada saat itu seluruh dunia terjadi kegemparan, tidak hanya manusia yang mengalami ketakutan atas bergetarnya muka bumi, bahkan setan pun ketakutan dan berlarian menghadap ke Raja Iblis. Raja Iblis mengutus para tentara setan untuk mencari tahu dari mana sumber terjadinya gempa bumi yang disertai dengan gemuruh yang luar biasa tersebut.

Ketika sampainya di tempat sumber bergetarnya muka bumi yang disertai dengan gemuruh yang luar biasa, ternyata penyebab kejadian tersebut adalah turunnya ayat suci Al-Qur’an yang diturunkan melalui malaikat Jibril dengan diiringi oleh 70.000 malaikat, para tentara setan yang diutus oleh Raja Iblis pun berlarian ketakutan.

Karena sejarah turunnya ayat kursi yang membuat bergetarnya muka bumi dan para pasukan tentara yang ketakutan, dipercaya bahwa ayat ini mampu menangkal dan mengusir jin dan setan.

Dalam suatu riwayat menyatakan bahwa iblis memusuhi ayat ini, karena ayat kursi bisa membakar tubuh mereka. Serta ayat kursi akan membuat mereka dalam kesulitan dalam menggoda manusia.

Karena keagungan ayat ini, Rasulallah SAW segera mengutus Zaid bin Tsabit untuk menuliskan ayat tersebut dan menyebarkannya kepada seluruh umat muslim. Agar dapat secepatnya diamalkan dalam kehidupan sehari-hari mengingat betapa besarnya keistimewaan – keistimewaan dari Ayat Kursi ini.

Bacaan Ayat Kursi Beserta Artinya

Bagi Anda yang belum mengetahui lafadz ayat kursi dan ingin mengetahuinya, berikut sudah kami sediakan lafadz ayat kursi beserta artinya.

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim

Artinya:

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Dalam suatu hadist yang diriwayatkan oleh HR Thabrani, menyampaikan bahwa pembacaan Ayat Kursi oleh siapa saja setiap selesai shalat fardu, tidak ada yang bisa menghalanginya memasuki syurga kecuali ia harus mati terlebih dahulu.

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ دُبُرَ كُلِّ صَلاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةِ، إِلا الْمَوْتُ

“Barang siapa membaca ayat kursi sehabis setiap sholat fardhu maka tiada penghalang baginya untuk memasuki surga kecuali hanya mati.” (HR. Thabrani)

Itulah sejarah turunnya Ayat Kursi yang memiliki banyak sekali keutaman dan manfaat. Setelah mengetahui lafadz ayat kursi yang telah kami sediakan diatas, mudah mudahan dapat mengamalkannya.